oleh

Kesal Jalan Desa Rusak Parah, Warga Tanjung Menang Blokade Akses ke Proyek Tiang SUTET PLTU Sumsel 1

-Daerah-120 views

CORONGINFORMASI, MUARA ENIM — Saking kesalnya, karena jalan rusak tak kunjung mendapat perbaikan, Masyarakat desa Tanjung Menang kecamatan Rambang Niru, memblokade jalan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat, atas aktifitas kegiatan proyek PLTU Sumsel 1. Kamis 15 September 2022.

Bukan tanpa alasan masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhanya melalui pemerintahan Desa Tanjung Menang maupun Perwakilan Desa di Proyek PLTU Sumsel 1. akan tetapi jalan belum juga di respon oleh perusahaan.

Diketahui riwayat Jalan Bukit Kancil dahulu hanya jalan antar masyarakat desa tanjung menang dengan menuju Desa sekitar untuk mengangkut hasil pertanian dengan mengunakan Angkong (Gerobak yang ditarik sapi atau Kerbau) kemudian dilebarkan dan dilakukan pengerasan jalan oleh PT. Pertamina.

Riwayat tersebut terangkan Amsuni tokoh masyarakat setempat saat di bincangi awak media disela aksi blokade jalan bersama warga lainnya, Menurut dirinya bahwa jalan ini juga dipergunakan dalam masa peperangan melawan penjajah sebab bukit kancil juga adalah salah satu pusat perjuangan pak Kosim Jaki saat bergerilya,”

“Semenjak proyek PLTU SUM-SEL 1 hadir jalan menjadi rusak, aksi blokade ini agar jalan di perbaiki dan dikeraskan, setelah jalan utama PLTU selesai melalui desa belimbing jaya, jalan ini diabaikan. Janji tinggal janji, sepeti kacang lupa kulitnya, ” keluhnya.

Amsuni juga membeber kan rusaknya jalan tersebut dugaan Kuat karena aktifitas pembangunan pondasi tiang SUTET proyek PLTU Sumsel 1

“Pada saat ini ada kegiatan pemasangan pondasi tiang sutet sebagian jalan hancur belum yang lama tidak diperbaiki makanya kami selaku masyarakat yang kebunya berada di bukit kancil memblokade jalan,” dengan kesal nya menuturkan.

Ditempat Aksi blokade Satria Darma Wijaya selaku perwakilan masyarakat di Proyek pltu sumsel 1 membenarkan cerita tersebut dan dia mengatakan telah beberapa kali menyampaikan ke pihak perusahaan namun tidak ada kunjung ada realisasinya.

“Dari semenjak saya ditugaskan ke PLTU banyak sekali permasalahan yang sampai sekarang tidak terselesaikan seprti ex. Usaha perladangan yang akan dilibatkan, gaji masyarakat kami yang bekerja diproyek pembangunan yang sebagian belum memenuhi aturan, dan juga tidak ada kontribusi serta Itikad baik dari pihak pelaksana proyek untuk kemajuan desa walaupun sudah kami ajukan baik lisan maupun tulisan,” tandas Satria

Sampai sekarang ini kata satria tidak ada kejelasan koordinasi dengan dirinya selaku yang ditugaskan sebagai perwakilan masyarakat Desa maupun selaku Direktur BUMDes Desa Tanjung Menang. Ia pun bersama masyarakat akan terus menggelar aksi blokade sampai tuntutan perbaikan jalan terealisasi.

“Terkait dengan jalan yang rusak ya harus ada suatu pertanggung jawaban dari pihak pelaksana secara tertulis sebab hal ini sudah berlarut larut dan jelas merugikan masyarakat dan juga kami saat ini sedang melayang kan surat ke Bapak Bupati Muara Enim untuk audensi, menyampaikan permasalahan tersebut,” pungkas Satria.(AR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed