oleh

PT Buker Hughes di Demo Puluhan Warga Kelurahan Anak Petai Perihal Dampak Lingkungan dan Tenaga Kerja

-Daerah-127 views

CORONGINFORMASI, PRABUMULIH — Aksi spontan puluhan warga kelurahan Anak Petai kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih sekira Pukul 09.00 WIB geruduk PT Buker Hughes, untuk menyampaikan unjuk rasa dari beberapa keluhan dan tuntutan. Kamis (8/9/22).

Kehadiran Lurah Anak Petai, ketua RT/RW tokoh pemuda, tokoh masyarakat bersama lebih kurang 90 orang warga, bukan tanpa alasan dampak pencemaran lingkungan dan banjir di sekitar pemukiman warga yang dirasakan sejak puluhan tahun, diduga akibat buruknya sistem drainase di area parkir dan akses jalan keluar masuk ke PT Buker Hughes hingga terjadi luapan air saat turun hujan mengalir ke pemukiman menjadi penyebab awal polemik demo warga.

Bukan hanya itu, dalam aksi damai tersebut tuntutan warga lainnya yaitu terkait CSR dan minimnya rekrutmen tenaga kerja warga lokal di ring 1 di kantor Buker Hughes dan gudang penyimpanan Chimical yang terletak di wilayah kelurahan Anak Petai kecamatan Prabumulih Utara.

Sebelumnya perwakilan perusahaan PT Buker Hughes sempat menemui warga dan menjelaskan bahwa apa yang menjadi keluhan dan tuntutan warga akan disampaikan terlebih dahulu ke pimpinan di Jakarta, merasa tidak puas dengan jawaban pihak perusahaan warga pun mendatangi pihak kelurahan dan mendesak Lurah turun langsung mendatangi perusahaan untuk menengahi permasalahan tersebut.

Setelah mendapat desakan Warga. Lurah Anak Petai akhirnya mendatangi kantor PT Baker Hughes untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan warganya.

Diterima pihak perwakilan perusahaan di halaman depan kantor PT. Baker Hughes ditengah puluhan warga yang menggelar aksi demo Tohirin menyampaikan bahwa, pihak kelurahan telah menerima keluhan dan laporan baik Ketua RT RW tokoh adat dan pemuda dirinya pun beberapa kali melayangkan surat undangan kepada perusahaan agar duduk bersama berkordinasi sekaligus sosialisasi terkait beberapa keluhan tuntutan warga di kantor kelurahan. namun pihak perusahaan tidak juga datang dengan berbagai macam alasan, hingga puncak kekesalan menjadi Aksi unjuk rasa spontan.

“Sebelum aksi hari ini di gelar sudah berulangkali kami memberikan surat, mengundang pihak Perusahaan untuk duduk bersama berkoordinasi dan sosialisasi terkait apa yang menjadi tuntutan dan keluhan warga namun pihak Baker Hughes tidak ada respon dengan berbagai alasan. Hari ini merupakan puncak dari kekesalan warga terkait beberapa tuntutan yang belum juga di akomdir oleh pihak perusahaan,” ujarnya

Lanjut Tohirin menegaskan ketersinggungan dan kekecewaan warga terkait kurang keterbukaan informasi dari pihak humas perusahaan yang membuat situasi di zona tidak nyaman saat ini, menjadi miskomunikasi. kedepan ia meminta hal tersebut tidak terulang lagi, dirinya pun berharap pihak perusahaan dapat saling memahami dan segera merespon apa yang menjadi persoalan.

“Sudah puluhan tahun perusahaan berdiri di kelurahan anak petai namun permasalahan drainase yang sudah dua tahun belum juga terealisasi ada apa dengan perusahaan ini saya tidak tahu. Harapan kami kita dapat saling memahami dan merespon apa yang menjadi tuntutan dan keluhan warga, sehingga dengan silaturahmi ini, katakanlah warga akan menjadi pagar hidup perusahaan bila mana nanti terjalin kerjasama, artinya terjalin solid antar warga yang akan menjaga perusahaan, ” pungkasnya

Sementara Romli sebagai koordinator aksi saat dibincangi awak media menerangkan tuntutan aksi unjuk rasa tersebut bukan hanya karena dampak banjir akibat sistem drainase yang buruk, akan tetapi dirinya mendapatkan informasi bahwa PT Baker Hughes bulan Agustus lalu telah merekrut tenaga kerja sebanyak 4 orang dari luar ring 1 bahkan mirisnya lagi dari tenaga kerja kabupaten tetangga.

“Bukan hanya permasalahan drainase yang berlarut larut, dan lambannya penanganan, menyebabkan dampak banjir di pemukiman warga selama ini, akan tetapi Informasi yang saya dapat, rekrutmen tenaga kerja yang diterima oleh perusahaan baru baru ini yakni dari kabupaten tetangga, tentu hal ini cukup miris menimbulkan polemik keluhan sosial bagi warga ring 1 kelurahan anak petai, belum lagi minimnya CSR bagi ring 1 yang seharusnya menjadi prioritas,” ungkapnya

Romli menyebutkan beberapa tuntutan warga yaitu,
1. PT Buker Hughes dalam penerimaan tenaga kerja harus transparan dan berkordinasi dengan pihak RT/RW, tokoh masyarakat kelurahan anak petai.
2. Penyaluran dana CSR di kelurahan anak petai agar lebih diprioritaskan.
3. PT Buker Hughes pro dan aktif pada setiap kegiatan di kelurahan anak petai.

“Hingga saat ini warga anak petai yang berkerja di PT Baker hughes diketahui baru sekitar 4 orang, kami meminta agar perusahaan dapat melibatkan tenaga kerja lokal ring 1 baik skill non skill dan security dari kelurahan anak petai, dan segera merespon hal tersebut,” tegasnya

Ditempat yang sama Noviana Maria di dampingi Farouk Afida sebagai perwakilan pihak manajemen PT Baker Hughes menjelaskan bahwa rekrutmen tenaga kerja itu yang menentukan dari pihak menejemen di Jakarta.

“Yang menentukan itu dari Jakarta, kita hanya eksekusi disini namun dengan adanya aksi hari ini , permintaan kawan kawan terkait tuntutan aksi akan menjadi bukti untuk kami sampaikan laporan ke Pimpinan menejemen di Jakarta ,”katanya.

Ditanya persentase jumlah tenaga kerja lokal ring 1 Novi menerangkan bahwa hingga saat ini pihak perusahaan telah merekrut 45 % dari warga ring 1 kelurahan Anak Petai.

Mengenai dampak banjir yang menjadi keluhan warga diduga oleh buruknya sistem drainase diketahui ada tiga perusahaan yang beroperasi yakni PT PDSI, PT Buker Hughes, dan PT Schlumberger, pada tahun sebelumnya sempat menjadi wacana bahwa pihak perusahaan yang akan mengakomodir permasalahan tersebut, namun hingga saat ini belum juga terealisasi dan terkesan lamban.

Disingung terkait lambannya penanganan permasalahan drainase Novi mengaku kurang mengetahui hal tersebut, ia mengatakan bahwa yang menentukan untuk mengakomodir pembangunan drainase itu pihak humas Pertamina dan ditanya terkait izin lingkungan pihak Buker Hughes menjelaskan sewa Yard milik Pertamina dan tidak ada aktivitas kegiatan selain gudang tempat penyimpanan Chimical

“Kami kurang tahu, karena kembali yang menentukan itukan dari pihak humas Pertamina, kita diakomodir oleh pihak pertamina, setelah pihak humas pertamina menentukan hasilnya seperti apa, kita baru mengikuti hasil itu, tapi hasilnya belum qourum sampai saat ini. Terkait izin lingkungan kita sedang proses ke DLH karena yang menentukan penawaran tender itu dari Jakarta,”Tandas Novi. (AR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed