Kelola Sampah Jadi Berharga, Program TJSL PT HK Ubah Wajah Rest Area Tol Terpeka

oleh -16 Dilihat

CORONG INFORMASI — Pengelolaan sampah di rest area kini tak lagi sekadar urusan kebersihan, tetapi mulai menjadi sumber nilai ekonomi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Hutama Karya (HK) mendorong inovasi pengolahan limbah organik dan anorganik di sejumlah rest area ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), khususnya di KM 277 A dan KM 215 B.

Program ini digerakkan langsung oleh Koordinator Area, Sarwana, bersama Koordinator Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST), Triyatno. Keduanya aktif melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM (tenant) di rest area agar memilah sampah sejak dari sumber.

“Pemilahan dimulai dari tenant. Sampah organik seperti sisa makanan dipisahkan dari anorganik seperti plastik kemasan. Ini menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan,” ujar Sarwana, yang akrab disapa Pak Won.

Langkah tersebut terbukti efektif dalam mereduksi volume limbah. Untuk sampah organik, tim UPST memanfaatkan larva maggot sebagai agen pengurai alami. Hasilnya tidak hanya mengurangi limbah secara signifikan, tetapi juga menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi.

“Dari pengolahan organik, kami menghasilkan maggot segar, maggot sangrai, pelet pakan buatan, pupuk organik cair (POC), hingga pupuk padat kasgot,” jelas Triyatno.

Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik diolah menggunakan teknologi mesin press dan pencacah. Produk hasil olahan tersebut kemudian dijual kembali, memberikan tambahan pemasukan bagi tim UPST.

Tak berhenti di pengolahan sampah, program ini juga terintegrasi dengan sektor peternakan dan pertanian. Maggot dimanfaatkan sebagai pakan untuk budidaya ayam organik, ikan lele, dan nila. Sedangkan pupuk hasil olahan digunakan untuk menanam berbagai komoditas seperti tomat, timun, cabai, terong, hingga daun kemangi.

“Ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tapi bagaimana sampah bisa menjadi sumber ekonomi baru,” tegas Triyatno.

Dukungan penuh dari manajemen PT HK juga menjadi faktor penting. Tim TJSL dan pihak pusat secara rutin melakukan pengawasan dan kunjungan ke lokasi untuk memastikan program berjalan optimal di kedua rest area tersebut.

Sarwana menegaskan, inovasi akan terus dikembangkan agar pengelolaan sampah semakin efektif dan berdampak luas.

“Kami akan terus mendorong kreativitas tim UPST. Harapannya, program ini bisa menjadi percontohan bagi rest area lain,” ujarnya.

Dengan pendekatan terintegrasi berbasis ekonomi sirkular, program TJSL PT HK ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.