Atap Melayang Uang Rakyat Terbuang? Tribun Talang Nangka senilai Rp1,1 Miliar Rusak Parah, APH Diminta Usut Kontraktor

oleh -91 Dilihat

Infomediakota Muara Enim — Proyek pembangunan tribun dan sarana prasarana Lapangan Sepak Bola di Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, menuai sorotan tajam masyarakat. Bangunan yang baru beberapa bulan rampung itu dilaporkan telah mengalami kerusakan serius, mulai dari rangka baja bergeser hingga atap tribun terlepas dan “terbang” dari dudukannya.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya pengerjaan asal jadi serta indikasi penyimpangan anggaran pada proyek yang bersumber dari APBD Tahun 2025 dengan nilai pagu lebih dari Rp1 miliar.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Adhirya Nugraha. Namun, warga menduga pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun standar teknis konstruksi.

“Untung saja waktu rangka dan atapnya terbang tidak ada orang di dekat situ. Kalau ada, bisa celaka,” ujar seorang warga berinisial UE, bukan nama sebenarnya.

Warga lain menegaskan, kerusakan itu menunjukkan rendahnya kualitas pekerjaan sekaligus lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Mereka meminta kontraktor bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut.

“Kami minta pihak yang terlibat bertanggung jawab. Ini fasilitas umum, dipakai masyarakat banyak. Jangan sampai membahayakan,” tegasnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan mengusut dugaan penyimpangan anggaran. Mereka bahkan meminta kontraktor masuk daftar hitam (blacklist) agar tidak lagi mengerjakan proyek pemerintah.

“Kalau kualitasnya seperti ini, sangat berbahaya. Takut kejadian serupa terulang di tempat lain,” tambah warga.

Sorotan juga mengarah kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang dinilai tidak maksimal melakukan pengawasan selama proses pengerjaan. Seorang aktivis di Daerah Pemilihan III Muara Enim mempertanyakan tanggung jawab pengawas proyek.

“Ada apa dengan PPK-nya? Pengawasan seharusnya ketat. Ini uang rakyat,” ujarnya tegas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun pihak kontraktor mengenai penyebab kerusakan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Masyarakat berharap investigasi menyeluruh segera dilakukan agar dugaan penyimpangan dapat terungkap dan fasilitas publik benar-benar dibangun dengan standar keamanan yang layak.

No More Posts Available.

No more pages to load.