CORONG INFORMASI PALEMBANG — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sumatera Selatan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang diikuti perwakilan 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Agenda utama rapat tersebut adalah pembentukan Tim Formatur Pengurus Cabang PII di sejumlah daerah strategis.
Rapimwil yang dipimpin langsung oleh Ketua PII Wilayah Sumatera Selatan, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE., IPU, MKU, ASEAN Eng., APEC-Eng, berlangsung di Gedung Dinas PUPR Kota Palembang, Sabtu (13/12/2025).
Dalam rapat tersebut ditetapkan pembentukan Tim Formatur Pengurus Cabang PII untuk Kabupaten Musi Rawas Utara (MLM), Kabupaten Muara Enim, Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau, dan Kota Prabumulih sebagai bagian dari penguatan kelembagaan PII di daerah.

Amanat Undang-Undang Keinsinyuran
Prof. Anis Saggaf menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi PII di daerah merupakan implementasi langsung dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran serta Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019. Regulasi tersebut memberikan mandat kepada PII untuk mengatur, membina, dan mengawasi kompetensi insinyur di Indonesia.
“Setiap insinyur yang menjalankan praktik profesional wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). PII diberi mandat sebagai penyelenggara Program Profesi Insinyur sekaligus pengawas standar profesi agar insinyur Indonesia memiliki kredibilitas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Langkah ini dinilai krusial dalam membentuk sumber daya manusia keinsinyuran yang profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
PII Prabumulih Buka Rekrutmen Anggota Profesi

Sementara itu, Formatur Ketua Pengurus Cabang PII Kota Prabumulih, Ir. Yogi Astrada, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa PII Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan membuka open recruitment anggota profesi insinyur dari berbagai bidang keinsinyuran.
Menurutnya, masih sering ditemui permasalahan serius dalam praktik keteknikan di lapangan, terutama kegagalan pada tahap redesign dan calculation dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang teknik sipil. Hal ini berdampak pada kerusakan hingga kegagalan fungsi bangunan dan infrastruktur di berbagai daerah.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa standar profesional dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan keteknikan belum sepenuhnya diterapkan secara konsisten,” kata Yogi.
Ia menegaskan, keberadaan insinyur yang terverifikasi, terdaftar, dan teregistrasi di PII melalui STRI serta sertifikasi profesi insinyur menjadi solusi penting untuk menjamin kualitas, keselamatan, dan akuntabilitas pembangunan.
Peran Strategis PII Jaga Mutu Pembangunan
Menurut Yogi, penerapan standar profesi insinyur tidak hanya penting di bidang teknik sipil, tetapi juga mencakup sektor elektrikal, mekanikal, pertambangan, hingga pertanian. Dengan demikian, PII memiliki peran strategis sebagai penjaga mutu pembangunan nasional melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia teknik.
“Kompetensi akademik adalah fondasi, namun belum cukup. Setelah lulus pendidikan teknik, jenjang profesi insinyur menjadi tahapan krusial untuk memastikan praktik keteknikan berjalan sesuai standar keselamatan, mutu, etika, dan tanggung jawab profesional,” jelasnya.
UNSRI Masuk Empat Besar Kampus Pencetak Insinyur
Dalam kesempatan yang sama, y PII juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam mencetak insinyur profesional. Empat kampus besar di Indonesia yang konsisten berada di bawah naungan dan pengakuan PII adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sriwijaya (UNSRI).
Masuknya UNSRI dalam kategori empat besar tersebut dinilai sebagai bukti bahwa kualitas pendidikan teknik di Sumatera Selatan mampu bersaing secara nasional. Hal ini menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui Program Profesi Insinyur yang tersedia di wilayah Sumatera Selatan.
Sebagai contoh, PT Bukit Asam (PTBA) telah mendorong hampir 30 karyawannya untuk memperoleh sertifikasi STRI. PII berharap langkah serupa dapat diikuti segera oleh Pertamina PHR , khususnya yang beroperasi dan berdomisili di wilayah Prabumulih.
Dorong Kontraktor Bergabung ke PII
PII Lanjut Yogi juga mengajak para pelaku dan praktisi teknik di bidang konstruksi, khususnya kontraktor mitra pemerintah di Kota Prabumulih, untuk bergabung dalam PII. Keberadaan insinyur profesional di lingkungan kontraktor diyakini akan meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi, mulai dari pembangunan jalan, gedung, jembatan, hingga drainase.
Dengan sinergi antara pemerintah, kontraktor, dan insinyur profesional, PII optimistis pembangunan dan peningkatan infrastruktur di Kota Prabumulih dapat berjalan lebih terukur, sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), serta berorientasi pada keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat luas.





