Diduga Cemari Lingkungan, Warga Anak Petai Prabumulih Keluhkan Limbah dari PT Titian Banjiri Pekarangan Rumah

oleh -228 Dilihat

CORONGINFORMASI  PPRABUMULIH —Warga RT 03 RW 02 Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, mengeluhkan aliran limbah yang diduga berasal dari area yard milik PT Titian yang beru setahun beroperasi in sudah membuat ulah, bagai mana tidak aliran air limbah tersebut mengalir ke pekarangan rumah warga dan bercampur lumpur dan berkarat seperti oli bekas, sehingga menimbulkan kekhawatiran pencemaran lingkungan.

Keluhan tersebut pertama kali disampaikan oleh Acit, warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan pagar perusahaan. Ia mengaku resah karena aliran limbah tersebut sudah berlangsung beberapa waktu terakhir dan volumenya cukup besar.

“Airnya keruh bercampur lumpur berkarat seperti bercampur oli. Mengalir langsung ke pekarangan rumah saya. Kami khawatir ini berdampak ke lingkungan dan kesehatan warga karena di hilir aliran air ke sungai pak,” ujar Acit, Selasa (14/10).

Menindaklanjuti laporan warga, Ketua RW 02 Sobri bersama beberapa warga telah mendatangi lokasi untuk memastikan sumber aliran tersebut. Hasil pengecekan menunjukkan adanya aktivitas di dalam area PT Titian yang diduga menjadi sumber aliran limbah.

Namun, ketika warga mencoba menemui pihak manajemen perusahaan untuk meminta klarifikasi, tak satu pun perwakilan manajemen dapat dijumpai. Hanya petugas keamanan (security) yang hadir menerima kedatangan warga, tanpa memberikan penjelasan resmi terkait persoalan itu.

“Kami sudah ke kantor PT Titian, tapi tidak ada satu pun manajemen yang bisa ditemui. Kami hanya diterima security. Ini sangat disayangkan, seharusnya perusahaan terbuka terhadap keluhan warga,” ujar Ketua RW.

Warga menduga, aliran limbah tersebut bukan hanya berasal dari air domestik, namun juga mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti oli bekas. Mereka khawatir, cairan yang mengalir ke pekarangan rumah akan mencemari anak sungai di hilir yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami menuntut PT Titian bertanggung jawab. Jangan buang limbah sembarangan. Ini sudah mengganggu warga dan bisa mencemari sungai,” tambah seorang warga lainnya.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti minimnya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut Sobri, salah satu tokoh masyarakat, sejak beroperasi beberapa tahun lalu, PT Titian belum pernah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

“Selama ini belum ada CSR, bahkan tenaga kerja dari warga ring 1 pun belum ada yang direkrut. Padahal perusahaan ini beroperasi di tengah lingkungan kami,” tegas Sobri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Titian terkait dugaan pencemaran limbah dan keluhan warga tersebut.

Awak media bersama pemerintah setempat hanya bertemu Adiv kordinator scurity hal ini mengundang kekecewaan lantaran SOP Scurity notabene hanya penjaga keamanan tidak akan bisa relevan menjawab subtansi pertanyaan teknis terkait lingkungan,

Kordinator scurity membenarkan dan mengaku bahwa aliran air yang membanjiri pekarangan rumah warga bersumber dari pencucian tangki besi untuk tampungan air sumur yang sudah puluhan tahun tidak di bersihkan dan menurutnya limbah pencucian atau pembersihan tangki tidak berbahaya.

Masyarakat berharap, instansi terkait seperti DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Pemerintah Kota Prabumulih segera turun tangan melakukan investigasi dan memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan di wilayah tersebut.

Warga mengeluhkan perusahaan ini dapat memperbaiki sistem drainase limbah domestik agar tidak mencemari pekarangan rumah warga dan lebih peduli dengan masyarakat Ring 1 terkait rekrutmen tenaga kerja.

Diketahui bahwa PT TITIAN merupakan subkon PT Pertamina EP zona 4 yang bergerak pada proyek Operation dan Maintenance (OM) yang seharusnya juga memperhatikan aspek K3 dan Lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.